Serangan gabungan tersebut menargetkan 131 daerah permukiman di seluruh Iran.
Laporan kantor berita
Mehr seperti dilansir
Al Jazeera, sedikitnya 35 orang tewas di Provinsi Fars, Iran Selatan pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Selian itu, lebih dari 20 orang tewas dalam serangan di Lapangan Niloofar, Teheran.
Selain itu, sejumlah bangunan permukiman di dekat kantor polisi kota Sanandaj hancur. Dua orang meninggal dunia di daerah ini.
Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi mengatakan, serangan udara AS dan Israel turut menargetkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz pada Minggu.
“Alasan mereka bahwa Iran ingin mengembangkan senjata nuklir hanyalah kebohongan besar,” kata Najafi.
Hingga kini, baik Israel maupun AS belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi serangan terhadap lokasi tersebut. Lokasi tersebut sebelumnya pernah di dibombardir AS dalam perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025 lalu.
BERITA TERKAIT: