Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 10 Februari 2026 itu dihadiri jajaran pejabat pemerintah, korps diplomatik, serta tokoh masyarakat dari kedua negara.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam pidatonya menekankan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Iran dalam menjaga stabilitas kawasan.
Menurutnya, kedua negara memiliki rekam jejak yang kuat dalam meredam konflik regional sekaligus berkontribusi pada terciptanya keamanan di wilayah masing-masing.
“Iran dan Indonesia secara konsisten berupaya mengelola dan membendung pemberontakan dan ketegangan regional. Sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing,” ujar Boroujerdi.
Ia juga menyoroti kesamaan visi kedua negara dalam menjalankan politik luar negeri yang mengedepankan perdamaian, kemandirian, serta prinsip non-blok.
Boroujerdi menilai kesamaan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dan Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
“Republik Indonesia, seperti Republik Islam Iran dan negara-negara merdeka lainnya. Secara konsisten mengejar dan mengikuti sistem internasional. Dipandu oleh perdamaian, kemerdekaan, kebijakan luar negeri yang aktif dan non-blok,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Boroujerdi menilai hubungan bilateral Indonesia dan Iran terus mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, ia menegaskan masih terdapat peluang besar kerja sama yang dapat digarap melalui dukungan politik yang kuat dari kedua negara.
“Masih banyak peluang kerja sama yang belum dimanfaatkan antara kedua negara besar Islam ini. Jalan yang dapat diwujudkan melalui kemauan politik yang kuat dan saling mendukung antara para pemimpin Republik Iran dan Republik Indonesia,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: