Kepala Staf PM Inggris Mundur Tersandung Skandal Epstein

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 09 Februari 2026, 07:47 WIB
Kepala Staf PM Inggris Mundur Tersandung Skandal Epstein
Jeffrey Epstein (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube The Independent)
rmol news logo Kepala staf Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Morgan McSweeney, resmi mengundurkan diri pada Minggu, 8 Februari 2026, waktu setempat. 

McSweeney mundur setelah mengakui telah menyarankan penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS), keputusan yang menuai kecaman karena Mandelson memiliki hubungan masa lalu dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Dalam pernyataannya, McSweeney mengaku bertanggung jawab penuh atas rekomendasi tersebut. 
“Keputusan menunjuk Peter Mandelson adalah kesalahan. Saya menyarankan perdana menteri melakukan penunjukan itu, dan saya bertanggung jawab penuh,” ujarnya, dikutip dari AFP, Senin 9 Februari 2026.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan besar terhadap pemerintahan Starmer, terutama setelah muncul dokumen Departemen Kehakiman AS yang diduga menunjukkan Mandelson pernah membocorkan informasi rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein saat masih menjabat menteri, termasuk pada masa krisis keuangan 2008.

Akibat pengungkapan tersebut, Mandelson (72) kini diselidiki polisi atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengumumkan peninjauan ulang pembayaran pesangon Mandelson, yang diperkirakan mencapai 38.750-55.000 Poundsterling meski ia hanya menjabat tujuh bulan sebelum diberhentikan pada September lalu.

Sejumlah menteri menilai Starmer telah melakukan “kesalahan besar” dengan menunjuk Mandelson, meski mereka tetap mendesak agar perdana menteri bertahan. Menteri Ketenagakerjaan Pat McFadden mengatakan, kesalahan utama ada pada Mandelson yang tetap menerima jabatan meski mengetahui kedekatannya dengan Epstein.

Tekanan politik pun meningkat. Wakil Starmer, David Lammy, dilaporkan sejak awal menentang pengangkatan Mandelson. Sementara itu, Partai Buruh kini tertinggal dalam jajak pendapat dari Reform UK pimpinan Nigel Farage, di tengah kritik publik soal imigrasi, ekonomi, dan krisis biaya hidup.

Mandelson sendiri telah mengundurkan diri dari House of Lords pekan ini. Melalui pengacaranya, ia menyatakan penyesalan mendalam karena pernah mempercayai Epstein dan mengaku baru mengetahui “kebenaran sepenuhnya” setelah Epstein meninggal di penjara pada 2019.

Starmer tetap memberikan penghormatan kepada McSweeney, menyebutnya sebagai sosok penting di balik kemenangan telak Partai Buruh pada pemilu 2024. “Partai kami dan saya berutang budi kepadanya,” ujar Starmer.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA