Pembatalan penerbangan massal ini membuat ribuan penumpang terlantar di sejumlah bandara utama, terutama di Puerto Rico dan Aruba.
Data FlightAware menunjukkan, sekitar 400 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Luis Muñoz Marín, Puerto Rico dibatalkan atau hampir 60 persen dari total jadwal penerbangan hari itu.
Di Aruba, sebanyak 91 penerbangan atau lebih dari separuh jadwal di Bandara Internasional Queen Beatrix juga dibatalkan pada hari yang sama.
Sejumlah maskapai besar juga terdampak pembatasan ini, termasuk American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, JetBlue Airways, dan Frontier Airlines.
Sementara itu, pemerintah AS menegaskan akan membuka peluang pencabutan pembatasan wilayah udara.
"Jika dianggap perlu, pembatasan wilayah udara ini akan dicabut." kata Menteri Transportasi AS Sean Duffy dikutip Minggu, 4 Januari 2026.
BERITA TERKAIT: