Trump Berencana Ambil Alih Pemerintahan dan Cadangan Minyak Venezuela

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 04 Januari 2026, 08:32 WIB
Trump Berencana Ambil Alih Pemerintahan dan Cadangan Minyak Venezuela
Presiden AS Donald Trump (Foto: Fox News)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS berencana mengambil alih Venezuela hingga tercapai apa yang ia sebut sebagai transisi pemerintahan yang aman, tepat, dan bijaksana.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah militer AS melancarkan serangan yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

"Kita akan mengelola negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana ke kepemimpinan baru," kata Trump dalam konferensi pers di Florida seperti dikutip dari NBC, Minggu, 4 Desember 2025.

Lebih lanjut Trump menilai industri minyak Venezuela telah lama gagal dikelola dengan baik. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan minyak besar asal AS akan masuk untuk memperbaiki kondisi tersebut. 

“Perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, akan masuk, menginvestasikan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut," kata dia.

Trump menyatakan bahwa AS berencana mengelola Venezuela dengan melibatkan sebuah kelompok atau tim tertentu, serta memastikan seluruh proses pemerintahan dan pengelolaan negara tersebut berjalan baik. 

“Kami akan menjalankannya bersama sebuah kelompok, dan kami akan memastikan semuanya dijalankan dengan baik,” ujar Trump. 

Serangan militer AS dilakukan pada Sabtu dini hari, 3 Desember 2025 dan disebut sebagai operasi berskala besar. Dalam operasi itu, Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS, diterbangkan keluar dari Venezuela, lalu dibawa menggunakan kapal perang USS Iwo Jima. 

Pemerintah Venezuela kemudian mengumumkan status darurat nasional dan mengecam tindakan tersebut sebagai agresi militer.

Trump mengakui belum jelas bagaimana AS akan menjalankan Venezuela ke depan. Namun ia menyebut akan ada kelompok tertentu yang mengatur proses tersebut. 

“Kami akan menjalankannya secara berkelompok, dan kami akan memastikannya berjalan dengan baik,” ujar Trump. 

Ia juga mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah berkomunikasi dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez.

Menurut Trump, Rodríguez menyatakan kesediaannya untuk mengikuti permintaan AS. Namun, dalam pernyataan di televisi pemerintah, Rodríguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap menjadi pemimpin sah Venezuela. 

“Maduro adalah satu-satunya presiden di Venezuela,” kata Wapres Venezuela, sambil menyatakan bahwa pemerintah siap mempertahankan diri.

Sebelumnya, Rodríguez juga meminta AS menunjukkan bukti bahwa Maduro dan istrinya masih hidup setelah penangkapan tersebut. Ia menjadi pejabat Venezuela pertama yang berbicara kepada publik setelah serangan militer AS.

Sementara itu, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan narkoba dan senjata. 

“Mereka akan segera menghadapi murka penuh keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” tulis Bondi di platform X.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA