Bantuan Indonesia terdiri dari logistik seberat 143 ton senilai Rp 22,6 miliar atau sekitar 1,3 juta dolar AS. Bantuan tersebut mencakup bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan medis, dan peralatan pendukung pengungsian.
Penyerahan bantuan dilakukan di Bandara Naypyitaw oleh Pimpinan Tim Bantuan Kemanusiaan Indonesia dan diterima langsung oleh Deputy Minister of Social Welfare Relief and Resettlement Myanmar, Mr. Soe Kyi.
Dalam sambutannya, Pimpinan Tim Indonesia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar, serta bagian dari komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama penanggulangan bencana di kawasan ASEAN.
Sementara itu, pemerintah Myanmar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas dukungan yang diberikan Indonesia.
"Pihak Myanmar sampaikan terima kasih atas bantuan rakyat Indonesia tersebut," ungkap laporan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima redaksi pada Jumat, 4 April 2025.
Indonesia juga menerjunkan tim gabungan yang melibatkan unsur BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan (EMT), dan Kementerian Luar Negeri.
Selain bantuan, Tim Indonesia turut bergabung dengan tim pencarian dan penyelamatan (USAR) dari negara lain yang membantu evakuasi korban di lapangan.
Sejauh ini, sekitar 2.886 orang dinyatakan tewas, 4.636 orang luka-luka, dan 351 orang masih hilang akibat bencana tersebut.
Setibanya di Myanmar, Pimpinan Tim Indonesia langsung meninjau lokasi terdampak gempa di sekitar ibu kota Naypyitaw serta mengunjungi base operation Tim Gabungan Indonesia.
Tim juga berhasil mengevakuasi lima Warga Negara Indonesia (WNI) dari Mandalay ke Yangon, termasuk empat WNI yang masuk kategori kelompok rentan.
Penyerahan bantuan turut dihadiri oleh Kepala BNPB, Kepala Basarnas, serta anggota Komisi VIII DPR RI, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap misi kemanusiaan ini.
BERITA TERKAIT: