Pengumuman itu disampaikan pihak Rusia dalam sebuah catatan, seperti dimuat
US News pada Selasa (4/4).
"Peserta akan mendengar informasi 'tangan pertama' dari Komisaris Presiden untuk Hak Anak Federasi Rusia, serta dari anak-anak yang dievakuasi dari daerah konflik," bunyi catatan tersebut.
Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB James Kariuki mengkritik rencana pengarahan komisaris Rusia di DK PBB karena dinilai tidak kredibel.
"Mereka tidak dapat mengundang pengarah yang kredibel karena mereka tidak memiliki kredibilitas dalam masalah ini," tegasnya.
Terlebih, Komisaris Lvova-Belova merupakan salah satu pejabat Rusia, selain Presiden Vladimir Putin yang mendapat surat penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bulan lalu atas dugaan deportasi paksa ratusan anak dari Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan pengarahan akan digelar di markas besar PBB, bukan di ruang Dewan Keamanan, dan dilakukan secara virtual.
Nebenzia juga mengklaim bahwa pertemuan informal Rabu mendatang telah direncanakan jauh sebelum surat penangkapan ICC dan itu tidak dimaksudkan untuk membantah tuduhan terhadap Putin dan Lvova-Belova.
BERITA TERKAIT: