Hal tersebut diutarakan oleh Organisasi Kesehatan Masyarakat Nasional Yunani (EODY) pada Sabtu (31/12), dengan menyebut tidak akan mengikuti anjuran Uni Eropa untuk menerapkan pembatasan sebagai antisipasi.
"Negara kami tidak akan memberlakukan tindakan pembatasan untuk pergerakan internasional, sesuai dengan rekomendasi organisasi internasional dan Uni Eropa," kata EODY dalam konferensi pers, seperti dimuat
Xinhua.
Meski begitu, EODY akan tetap waspada untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mengikuti dengan cermat perkembangan Covid-19 di China.
Menurut EODY, lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini di China terjadi saat pemerintah di sana mulai melonggarkan pembatasan.
Tetapi, EODY menilai peningkatan itu tidak menimbulkan banyak kekhawatiran tentang perjalanan pandemi, karena saat ini tidak ada bukti bahwa varian baru telah muncul.
Sementara Yunani menolak pembatasan, AS, Korea Selatan, India, Italia, Jepang, dan Taiwan semuanya telah memberlakukan tes Covid-19 untuk pelancong dari China sebagai tanggapan.
BERITA TERKAIT: