"Ketiganya tanpa pamrih bertugas di regu darurat dan penyelamatan Unit Tujuan Khusus Departemen Luar Negeri Ukraina di wilayah Zhytomyr dan melakukan tugas membersihkan ranjau wilayah yang dibebaskan dari musuh di wilayah Kherson," kata layanan darurat Zhytomyr di halaman Facebook-nya.
Seperti dimuat
Al Arabiya pada Minggu (25/12), sejak Kherson berhasil direbut kembali oleh Ukraina para pakar bahan peledak banyak yang dipekerjakan di wilayah tersebut.
Sebab, menurut Presiden Volodymyr Zelensky, pasukan Rusia telah banyak menanam ranjau di wilayah yang berhasil mereka ambil sebagai antisipasi agar wilayahnya tidak direbut kembali oleh Ukraina.
Sementara Departemen Luar Negeri AS juga pernah memperkirakan pada awal Desember lalu bahwa sekitar 160 ribu kilometer persegi tanah di Ukraina perlu diperiksa dari bahaya bahan peledak.
“Kami menduga ini menjadi salah satu ranjau darat terbesar dan tantangan tata cara yang belum meledak sejak Perang Dunia Kedua,†kata Departemen Luar Negeri dalam pengarahan yang diposting di situs webnya.
BERITA TERKAIT: