Terhitung sejak 25 September hingga 9 Oktober, Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba. Itu dilakukan sebagai tanggapan atas latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS), yang melibatkan kapal induk, kapal perang, hingga kapal selam bertenaga nuklir.
Media pemerintah Korea Utara,
KCNA pada Senin (10/10) menyebut Pemimpin Kim Jong Un memandu latihan secara langsung.
Latihan tersebut termasuk simulasi pemuatan hulu ledak nuklir taktis di sebuah silo di bawah reservoir di bagian barat laut Korea Utara pada 25 September.
"Rudal balistik taktis terbang di udara di atas target yang ditetapkan di udara Laut Timur Korea di sepanjang orbit yang ditentukan, dan keandalan ledakan hulu ledak terbukti jelas pada ketinggian yang ditentukan," tulis
KCNA.
KCNA mengatakan Pyongyang telah memiliki kemampuan tempur yang siap untuk menyerang dan menghancurkan target kapan saja dan dari mana saja.
"Meskipun musuh terus berbicara tentang dialog dan negosiasi, kami tidak memiliki apa pun untuk dibicarakan dan kami tidak merasa perlu melakukannya," lanjut
KCNA.
AS dan Korea Selatan mengadakan latihan maritim bersama yang melibatkan kapal induk AS pada Jumat (7/10), sehari setelah jet tempur Korea Selatan sebagai reaksi atas latihan pengeboman udara Korea Utara.
Terbaru, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik pada Minggu pagi (9/10), menjadikannya peluncuran ketujuh sejak 25 September.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: