Hal itu ia sampaikan bersama Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin dalam konferensi pers peringatan 31 tahun kemerdekaan Ukraina yang digelar di Kantor FPCI, Sudirman, Jakarta, pada Rabu (24/8).
Dino menekankan persamaan komitmen Indonesia dan Ukraina sebagai mantan negara terjajah yang akan terus berjuang mempertahankan kemerdekaannya.
"Slogan 'sekali merdeka tetap merdeka' telah melekat pada diri kita sebagai bangsa Indonesia. Itu juga berlaku untuk Ukraina yang telah berjuang mati-matian untuk memperoleh kemerdekaannya. Sehingga Rusia tidak dapat menentang kenyataan itu," ujarnya.
Dukungan terhadap Ukraina, lanjut Dino, bukan berarti kecenderungan Indonesia terhadap Barat, melainkan tentang dukungan kepada kemanusiaan, independensi, dan demokrasi.
"Posisi Indonesia terhadap Ukraina akan merefleksikan identitas negara. Politik bebas aktif bukanlah netralitas semata, melainkan harus memiliki pendirian yang independen terhadap suatu isu," jelas Dino.
"Kami tak ingin melawan Rusia, tetapi kami ingin Rusia keluar dari Ukraina," tambahnya.
Terakhir, Dino menegaskan kembali dukungannya dengan menyatakan tak akan ada satupun negara di dunia yang akan mengambil kemerdekaan dari Ukraina.
BERITA TERKAIT: