"Saya tidak mengatakan itu mudah. ​​(Dukungan) ini membutuhkan kerja keras. Saya berkomitmen untuk bekerja dengan para pemimpin Aliansi lainnya di Eropa dan Amerika Utara untuk memastikan bahwa kami terus mendapatkan dukungan," katanya, merujuk pada kontribusi signifikan Jerman di Ukraina.
Ia berharap, Jerman bisa terus mengirimkan bantuannya bersama semua negara anggota lain, karena dukungan untuk Ukraina tidak bisa ditanggung hanya oleh beberapa negara saja.
Stoltenberg juga memperingatkan bahwa musim dingin yang akan datang akan sulit. "Kami akan membayar harga untuk dukungan kami ke Ukraina sebagai konsekuensi dari sanksi dan tentu saja fakta bahwa Rusia menggunakan energi sebagai senjata," katanya, seperti dikutp dari
AFP.
"Yang terbaik yang bisa kami lakukan adalah memberikan dukungan militer, keuangan, kemanusiaan dan ekonomi ke Ukraina," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk mendukung Ukraina, yang artinya membutuhkan lebih banyak produksi di bidang industri dan lainnya.
"Sebagai NATO, kami memiliki dua peran: kami harus mendukung Ukraina sebagai mitra dekat. Tugas lainnya adalah memastikan tidak ada eskalasi," tegasnya, merujuk pada Pasal 5 Perjanjian Washington yang ditandatangani pada 1949, di mana di dalamnya mengatur pembentukan kolektif dalam menanggapi serangan bersenjata terhadap setiap anggota Aliansi.
BERITA TERKAIT: