Amnesty International dan HRW kerap membuat laporan mengenai situasi HAM di banyak negara. Namun laporan tersebut seringkali mendapatkan kritik, bukan hanya dari pemerintahan atau pejabat terkait, tetapi juga oleh mereka yang bekerja di dua lembaga tersebut.
"Tuduhan tidak berdasar" dan "tanpa pertimbangan masuk akal" adalah kritik yang sering ditujukan pada laporan-laporan mereka.
Baru-baru ini, Amnesty International mendapat gelombang kritik atas laporannya mengenai situasi HAM di Ukraina. Di dalamnya, kelompok itu menyebut pasukan Ukraina telah membahayakan nyawa warga sipil.
Laporan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Ukraina. Kepala Amnesty Internasional cabang Ukraina, Oksana Pokaltchouk juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas laporan tersebut.
HRW juga pernah dikritik oleh salah satu pendirinya sendiri, Robert L. Bertnstein, dengan menyebut lembaga tersebut "bangkrut secara moral".
Maroko juga pernah mengecam laporan HRW dengan menyebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar.
Jurubicara pemerintah Maroko, Mustapha Baitas mengatakan laporan tersebut merupakan pencemaran nama baik. Namun itu tidak akan menghalangi Maroko untuk terus membangun supremasi hukum dan institusi, serta membela hak dan kebebasan.
BERITA TERKAIT: