Seperti dikutip dari
The Telegraph pada Selasa (2/8), juru bicara National Cyber ​​Security Center (NCSC) yang merupakan bagian dari GCHQ, menyatakan pihaknya telah memberikan saran kepada Partai Konservatif untuk mempertimbangkan kembali keamanan pemungutan suara secara online.
"Membela proses demokrasi dan pemilihan Inggris adalah prioritas bagi NCSC dan kami bekerja sama dengan semua partai politik Parlemen, otoritas lokal, dan anggota parlemen untuk memberikan panduan dan dukungan keamanan dunia maya," kata juru bicara NCSC kepada
Reuters.Sebagai akibat dari kekhawatiran, Partai Konservatif terpaksa membatalkan rencana perizinan perubahan suara anggota untuk pemimpin berikutnya dalam kontes nanti.
Surat suara yang disediakan untuk 160.000 anggota partai juga belum dikeluarkan dan diperkirakan akan tiba paling lambat 11 Agustus. Padahal sebelumnya, surat suara akan dikirim mulai hari Senin kemarin (1/8).
Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Liz Truss bersaing dalam kontes kepemimpinan untuk menggantikan Boris Johnson sebagai perdana menteri Inggris berikutnya.
Saat ini, Truss masih memimpin jajak pendapat di antara anggota Partai Konservatif dan hasilnya akan diputuskan dalam hasil pemungutan suara pada 5 September mendatang.
BERITA TERKAIT: