Pembubaran terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Mario Draghi kembali mengundurkan diri, menyusul boikot mosi tidak percaya yang dilakukan tiga mitra koalisinya.
Mattarella tidak menetapkan tanggal pemilihan, tetapi mengatakan bahwa pemungutan suara harus dilakukan dalam waktu 70 hari, sesuai dengan konstitusi Italia.
Keputusannya untuk membubarkan parlemen terjadi setelah upayanya mempertahankan Draghi gagal.
Draghi, yang sebelumnya memimpin Bank Sentral Eropa, mengumumkan pengunduran dirinya pada pekan lalu, setelah mitra koalisi terbesarnya dalam Gerakan Bintang Lima yang populis menarik dukungan mereka darinya. Namun, ketika itu Mattarella menolak tawarannya untuk mundur.
Draghi kemudian kembali mengajukan pengunduran dirinya pada Kamis. Pria 74 tahun itu secara resmi menyerahkan pengunduran dirinya kepada Mattarella, tetapi ia akan tetap memimpin pemerintah sampai pemilihan.
Draghi dilantik oleh Mattarella pada tahun 2021 untuk mengarahkan Italia melalui pemulihan pasca-pandemi, dan memimpin pemerintahan koalisi yang luas. Namun, tiga partai dalam koalisi ini memboikot mosi tidak percaya di Senat Italia pada Rabu (20/7), meninggalkan mantan bankir itu tanpa mandat.
Rakyat Italia awalnya akan memberikan suara dalam pemilihan umum tahun depan, tetapi Mattarella mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk mengadakan pemungutan suara lebih awal karena tidak ada kemungkinan bahwa Draghi dapat mengumpulkan cukup dukungan untuk memimpin pemerintahan sampai saat itu.
Gerakan Bintang Lima terus-menerus mengkritik Draghi atas meningkatnya biaya hidup di Italia, dan menuntut lebih banyak bantuan negara untuk keluarga dan usaha kecil.
Pemimpin Gerakan Bintang Lima Giuseppe Conte juga mengecam Draghi atas kebijakannya mempersenjatai Ukraina, yang memiliki lebih sedikit dukungan publik di Italia daripada banyak negara Eropa lainnya.
Draghi adalah perdana menteri kedua di Eropa yang mundur dalam beberapa minggu, setelah Boris Johnson dari Inggris, yang dijatuhkan oleh serangkaian skandal dan krisis biaya hidup.
BERITA TERKAIT: