Beberapa laporan media menyebut tindakan tersebut diambil untuk mempercepat urusan dan mengurangi tekanan kerja pada karyawan perempuan.
The Guardian menyebut Taliban meminta pegawai perempuan mengirim kerabat lelaki, setelah itu mereka akan mendapatkan alasan pemecatan.
Kendati begitu, kementerian menolak laporan tersebut. Kementerian mengatakan tindakan tersebut merupakan pilihan.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu, Taliban telah membatasi pergerakan perempuan. Salah satunya melarang anak perempuan untuk kembali ke sekolah menengah.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: