Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menguraikan bagaimana Moskow dan Teheran bisa terus bertahan di tengah sanksi yang telah menimpa negara itu yang bahkan diberlakukan sejak era Soviet.
"Moskow, seperti halnya Teheran, telah terbiasa dengan sanksi, bahkan dengan ribuan sanksi yang diberlakukan sejak era Soviet," katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah, seperti dikutip dari
TASS, Selasa (19/7).
"Itu mungkin harga yang harus dibayar Rusia dan Iran untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka. Apa yang menimpa Anda tetapi tidak membunuh Anda, membuat Anda lebih kuat," katanya.
Pernyataan Peskov datang menjelang kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Iran, Selasa (19/7) waktu setempat.
Putin akan melakukan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ini adalah perjalanan pertama Putin di luar bekas Uni Soviet sejak invasi ke Ukraina.
Iran telah berada di bawah sanksi selama beberapa dekade, tetapi sekarang bisa 'beradaptasi dengan baik'.
Menurut Peskov, hidup di bawah tekanan sanksi telah membawa Iran itu menjadi lebih memahami sektor apa saja yang bisa diperkuat.
Kini, bisnis Iran mengalami kemajuan dan peningkatan kesejahteraan bangsa meskipun ada pembatasan yang katanya benar-benar melanggar hukum dari segi hukum internasional.
Di Teheran, menurut Peskov, Putin juga akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pertemuan itu akan membahas situasi di Suriah , di mana Iran, Rusia, dan Turki semuanya memiliki kehadiran militer yang kuat.
Pertemuan itu juga akan memberikan kesempatan bagi Moskow dan Teheran, keduanya di bawah sanksi Barat yang berat, untuk menunjukkan kerja sama militer dan ekonomi mereka, menunjukkan kepada Barat bahwa mereka tidak terpengaruh oleh sanksi.
BERITA TERKAIT: