Hal itu disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela pertemuannya dengan Rusia dan Iran pada Senin (18/7).
"Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kami akan membekukan proses jika negara-negara ini tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan kami," kata Erdogan, seperti dimuat
The National News.
Selama pertemuan puncak NATO di Madrid pada akhir Juni kemarin, Erdogan menuduh kedua negara telah menyediakan tempat berlindung bagi militan Kurdi khususnya PKK dan meminta mereka kembali berkomitmen untuk melawan terorisme.
Bulan ini NATO tengah memulai prosedur aksesi untuk keanggotaan baru Swedia dan Finlandia. Namun, prosesnya terhambat setelah kesepakatannya dengan Turki yang menghalangi mereka untuk bergabung.
Sementara itu, menurut jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Ned Price, pihaknya terus bekerja dengan ketiga negara itu untuk memastikan bahwa proses dan ratifikasi aksesi dapat selesai secepat dan seefisien mungkin.
BERITA TERKAIT: