Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (12/7) mengatakan kedutaan besarnya di Tokyo telah memberikan pernyataan tegas terhadap pemerintah Jepang.
"Setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang Abe, pihak berwenang Taiwan menggunakan kesempatan itu untuk terlibat dalam manipulasi politik," kata jurubicara Kemlu China, Wang Wenbin.
Wang menegaskan, Taiwan adalah bagian dari China, sehingga tidak memiliki jabatan "wakil presiden".
"Tidak mungkin rencana seperti ini akan berhasil," tambah Wang, seperti dikutip
Reuters.
Menurut kantor berita resmi Taiwan, Lai merupakan pejabat paling senior yang mengunjungi Jepang sejak Tokyo memutuskan hubungan resmi dengan Taipei pada 1972, dan beralih ke Beijing.
Lai juga diyakini menjadi calon presiden masa depan Taiwan untuk pemilihan pada 2024, untuk menggantikan Tsai Ing-wen.
Jepang sendiri menggambarkan kunjungan Lai sebagai kunjungan pribadi untuk memberi penghormatan sebagai teman Abe.