Tinubu memilih seorang senator muslim yang masih menjabat sebagai Gubernur Negara Bagian Borno Timur Laut, Khasim Shettima.
Pemilihan ini menurut Tinubu, tidak dilandaskan pada agama tertentu. Tetapi, pada keahlian Shettima yang dianggap mampu dan mempunyai pengalaman sebagai Gubernur selama dua periode.
“Dia kompeten, cakap, andal, dan mampu,†kata Tinubu, pada Minggu (10/7).
Dikutip dari
Daily Post, beberapa pemangku kepentingan telah memperingatkan Tinubu agar tidak memilih pasangan yang sama-sama beragama muslim. Pasalnya, dikhawatirkan kedua calon pemimpin tersebut akan mengesampingkan masyarakat beragama Kristen di negara tersebut.
Dalam pidatonya, Tinubu menyampaikan bahwa ia sadar pemilihan ini akan mengundang perdebatan, tetapi ia ingin memilih jalannya sendiri.
"Agama, suku, dan daerah tidak selalu dan sepenuhnya menentukan jalan kita. Untuk maju sebagai bangsa menuju pembangunan dan kemakmuran, kita harus melepaskan diri dari ikatan lama," ucap Tinubu.
Sementara kubu dari oposisi, Atiku Abubakar yang merupakan seorang muslim utara telah menetapkan pasangannya, yaitu seseorang yang beragama Kristen dari selatan.
Sejak akhir pemerintahan militer pada tahun 1999, Nigeria telah mengikuti aturan tidak tertulis di mana kekuasaan dibagi dua menjadi muslim di utara dan Kristen di selatan.
Untuk itu, atas keputusan Tinubu ini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik pemilihan tahun depan.
BERITA TERKAIT: