Bantahan itu disampaikan oleh Komisi Tinggi India di Kolombo pada Rabu (11/5). Komisi menyebut informasi tersebut spekulatif dan tidak sejalan dengan posisi pemerintah India.
Lebih lanjut, komisi tersebut juga menyoroti adanya informasi yang menyebut tokoh-tokoh politik tertentu dan keluarganya telah melarikan diri ke India.
“Komisi tinggi baru-baru ini memperhatikan desas-desus yang beredar di beberapa media dan media sosial bahwa orang-orang politik tertentu dan keluarga mereka telah melarikan diri ke India,†ujar komisi tersebut, seperti dikutip
Scroll.
"Ini adalah laporan palsu dan terang-terangan palsu, tanpa kebenaran atau substansi apapun," tambahnya.
Komisi itu menambahkan, pihaknya India sepenuhnya mendukung demokrasi, stabilitas, dan pemulihan ekonomi Sri Lanka.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi pada Selasa (10/5) mengatakan India telah memberikan dukungan senilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS ke Sri Lanka untuk membantu mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi.
Sri Lanka mengalami krisis ekonomi parah yang memicu aksi protes sejak bulan lalu. Cadangan devisa yang menyusut membuat negara kekurangan pasokan energi hingga obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya.
Pada Selasa, protes besar-besaran dari warga berujung kerusuhan. Pengunjuk rasa bahkan membakar rumah-rumah pejabat tinggi, mendorong Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri.
BERITA TERKAIT: