Setelah Kerusuhan, Presiden Gotabaya Minta Warga Sri Lanka Tak Tersulut Kekerasan Rasial

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 11 Mei 2022, 14:27 WIB
Setelah Kerusuhan, Presiden Gotabaya Minta Warga Sri Lanka Tak Tersulut Kekerasan Rasial
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa/Net
rmol news logo Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mendesak masyarakat tidak tersulut emosi sehingga akhinrya mendorong ketidakharmonisan rasial dan agama di tengah krisis ekonomi parah yang dihadapi negara itu.

Lewat unggahan di akun Twitter-nya pada Rabu (11/5), Rajapaksa mendorong agar semua warga Sri Lanka bersatu, terlepas dari tuntutan pengunjuk rasa untuk pengunduran dirinya.

"Inilah saatnya bagi semua warga Sri Lanka untuk bergandengan tangan menjadi satu, untuk mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan politik," ujar Rajapaksa.

"Saya mendesak semua orang Sri Lanka untuk menolak upaya subversif yang mendorong Anda ke arah disharmoni rasial dan agama. Mempromosikan moderasi, toleransi, dan koeksistensi sangat penting," tambahnya.

Warga Sri Lanka telah menyalahkan dinasti Rajapaksa atas krisis ekonomi yang dihadapi negara itu hingga hanya memiliki cadanga devisi sebesar 50 juta dolar AS.

Situasi ini memicu aksi protes besar-besaran pada awal pekan ini hingga menewaskan delapan orang, dan mendorong Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Di samping itu, pemerintah juga memberlakukan keadaan darurat dan jam malam untuk menghentikan kekerasan yang terus berlanjut. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA