Menlu Mahuta: Pakta Keamanan Baru China-Solomon adalah Bukti Gagalnya Hubungan dengan Honiara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 05 Mei 2022, 13:58 WIB
Menlu Mahuta: Pakta Keamanan Baru China-Solomon adalah Bukti Gagalnya Hubungan dengan Honiara
Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta/Net
rmol news logo   Selandia Baru menyampaikan kekhawatirannya atas pakta keamanan baru antara China dan Kepulauan Solomon.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta, mengatakan pakta tersebut adalah bukti dari "kegagalan hubungan", yang cukup mengejutkan bagi Selandia Baru, Australia, dan negara-negara Pasifik lainnya.

Kesepakatan itu menandai penyelesaian keamanan bilateral pertama yang diakui Beijing di Pasifik. Isi teks dari kesepakatan tersebut adalah rahasia, tetapi rancangan yang bocor di media sosial pada bulan Maret menyebutkan bahwa isinya memberikan izin bagi tentara, polisi, dan kapal China untuk memasuki pedesaan,  melakukan pengisian logistik, dan memiliki persinggahan dan transisi di Pulau Solomon.

Itu juga berarti bahwa polisi China akan beroperasi di Kepulauan Solomon sebagai bagian dari pakta tersebut dan bahwa kehadiran polisi China akan meningkatkan kapabilitas dari Kepulauan Solomon.

Mahuta mengatakan kepada The Guardian, Rabu (4/5), bahwa Selandia Baru mengetahui soal kesepakatan tersebut ketika sebuah draf bocor secara online pada akhir Maret.

Mahuta mengutuk perjanjian tersebut yang dianggapnya bisa mengacaukan institusi dan tata tertib yang telah lama menopang keamanan kawasan Pasifik.

"Mungkin sedikit yang mengetahui detail dari diskusi tersebut – atau, pada kenyataannya, seberapa jauh diskusi tersebut telah berkembang menjadi sesuatu yang material,” kata Mahuta, menambahkan  bahwa kesepakatan sangat "tidak diinginkan dan tidak perlu". rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA