Kementerian Pertahanan India mengkonfirmasikan kepada
ANInews, Jumat (15/4), pengiriman kedua dari sistem rudal adalah hanya mencakup simulator dan peralatan terkait pelatihan lainnya. Itu tidak termasuk rudal atau kendaraan peluncur.
“Pasukan pertahanan telah menerima pengiriman dari Rusia baru-baru ini dan masih berlanjut. Sejauh ini, tidak ada kesalahan pasokan untuk pasukan kami,†ujar pejabat India anonim kepada
ANInews, Jumat (15/4).
"Namun, ada kekhawatiran apakah pasokan ini dapat berlanjut dengan cara yang sama karena pihak India tidak dapat melakukan pembayaran kepada perusahaan-perusahaan Rusia ini mengingat sanksi yang terkait dengan bank mereka," tambahnya.
Sumber tersebut mengatakan bahwa pihak India dan Rusia sedang bekerja untuk menemukan cara mengatasi masalah ini.
Pasokan terbaru dari Rusia ini termasuk overhaul mesin pesawat tempur dan suku cadang untuk armada pesawat India. Pengiriman ini tiba melalui jalur laut.
India adalah salah satu konsumen terbesar persenjataan Rusia. Hal ini dibuktikan pada platform utama militernya, seperti jet tempur, pesawat angkut, helikopter, kapal perang, tank, kendaraan tempur infanteri dan kapal selam.
Angkatan Udara India sangat bergantung pada pasokan Rusia karena armada andalannya menggunakan pesawat Su30 Rusia bersama dengan helikopter Mi-17.
Angkatan Darat India juga sepenuhnya bergantung pada armada tank T-90 dan T-72 asal Rusia.
BERITA TERKAIT: