Tanggapi Dugaan Kejahatan Perang di Bucha, Barat Siap Embargo Gas Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 04 April 2022, 10:56 WIB
Tanggapi Dugaan Kejahatan Perang di Bucha, Barat Siap Embargo Gas Rusia
Mayat-mayat tergeletak di jalanan Kota Bucha, Ukraina/net
rmol news logo Barat tampaknya akan sepakat untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia dalam beberapa hari mendatang setelah adanya dugaan kejahatan perang di Bucha, Ukraina.

Setelah pasukan Rusia meninggalkan Kyiv dan wilayah di sekitarnya, Ukraina menemukan ratusan mayat di jalanan Kota Bucha pada Minggu (3/4).

Penemuan tersebut membuat Ukraina menuding Rusia telah melakukan kejahatan perang, lantaran banyak di antara korban adalah warga sipil.

Bahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat komentar keras dengan menuduh Rusia melakukan genosida.

Laporan penemuan ratusan mayat tersebut langsung mendapatkan respons. Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Minggu memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap konsekuensinya.

"Putin dan para pendukungnya akan merasakan konsekuensi (dari tindakan mereka," kata Scholz, seperti dikutip Reuters.

Sementara Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa harus berbicara tentang mengakhiri impor gas Rusia.

Jerman, yang merupakan ekonomi terbesar Eropa, sejauh ini menolak seruan untuk memberlakukan embargo impor energi dari Rusia, dengan mengatakan ekonominya dan negara-negara Eropa lainnya terlalu bergantung pada mereka. Rusia memasok 40 persen kebutuhan gas Eropa.

Selain Jerman, Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan peristiwa di Bucha dapat memicu gelombang kemarahan yang akan mengarah pada sanksi baru terhadap Rusia. rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA