Komisioner Urusan Dalam Negeri Uni Eropa, Ylva Johansson, pada Senin (21/3) memberikan peringatan bahwa ada risiko besar yang dihadapi para pengungsi.
"Kami telah melihat beberapa laporan, ini benar-benar memprihatinkan. Kami tahu bahwa kami memiliki banyak anak yatim di Ukraina. Kami tahu bahwa kami memiliki anak-anak yang tanpa orangtua," kata Ylva Johansson kepada wartawan saat berkunjung ke Estonia, seperti dilaporkan
Euro News.
"Ada risiko besar, anak-anak yang rentan diperdagangkan atau menjadi korban adopsi paksa. Kita semua tahu, ketika kita memiliki arus migrasi yang besar, selalu ada orang yang mengambil kesempatan dari situasi itu dan memanfaatkannya untuk tujuan yang buruk. Menjadikan perempuan rentan serta anak-anak sebagai korban perdagangan orang," tambahnya.
Hampir 3,5 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia memulai invasi pada 24 Februari, menurut data PBB.
Lebih dari dua juta telah pergi ke Polandia dengan 1,2 juta lainnya pergi ke negara-negara tetangga termasuk Rumania, Moldova, Hongaria, dan Slovakia. Sekitar setengah dari pengungsi di Polandia adalah anak-anak.
Johansson menekankan bahwa ada "laporan yang cukup mengkhawatirkan" dari LSM dan organisasi wanita Ukraina yang menyatakan bahwa beberapa wanita telah hilang.
"Mereka menjemput orang-orang di sisi perbatasan Uni Eropa ada di sana untuk membantu dengan tulus dalam solidaritas apa pun. Tetapi selalu ada oknum yang mencoba menyelinap masuk dan menggunakan kesempatan ini," katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan terus memantau para pengungsi untuk memcegah terjadinya kasus seperti itu lebih banyak lagi.
Menurutnya, paling penting saat ini adalah menyelamatkan anak-anak dan memastikan bahwa mereka akan dilindungi dan dirawat dengan cara yang baik oleh pihak yang berftanggung jawab.
BERITA TERKAIT: