Gegara Sanksi, Rusia Tak Bisa Ambil Cadangan Uang Rp 4.300 Triliun di China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 Maret 2022, 11:21 WIB
Gegara Sanksi, Rusia Tak Bisa Ambil Cadangan Uang Rp 4.300 Triliun di China
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov/Net
rmol news logo Rusia mengaku kesulitan mengakses cadangan uangnya senilai 300 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 4.300 triliun karena sanksi yang dikenakan oleh negara-negara Barat.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyebut Rusia memiliki total sekitar 640 miliar dolar AS dana cadangan. Namun 300 miliar dolar AS di antaranya tidak dapat digunakan.

"Beberapa cadangan ada di China, dan Barat sekarang menekan China untuk membatasi akses kami ke cadangan ini," kata Siluanov dalam sebuah wawancara yang dikutip Anadolu Agency, Senin (14/3).

Siluanov berharap kerjasama antara Rusia dan China akan meningkat secara eksponensial.

Baru-baru ini, pejabat AS mengungkap Rusia telah memohon bantuan militer dan keuangan dari China karena sanksi tersebut. Tidak disebutkan bantuan spesifik apa yang diinginkan oleh Moskow.

Tetapi AS menegaskan akan memberikan tindakan keras jika China membantu Rusia menghadapi sanksi yang diberlakukan oleh Barat.

Sejak Rusia melancarkan perangnya di Ukraina pada 24 Februari, lebih dari 2,5 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, dengan sekitar 2 juta lainnya mengungsi di dalam negeri.

Menurut perkiraan PBB, setidaknya 579 warga sipil juga tewas dan 1.002 terluka di Ukraina. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA