Hadapi Lonjakan Kasus, China Lockdown Pusat Teknologi Shenzhen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 Maret 2022, 10:36 WIB
Hadapi Lonjakan Kasus, China Lockdown Pusat Teknologi Shenzhen
Antrean tes Covid-19/Net
rmol news logo Seluruh penduduk di pusat keuangan dan teknologi China, Shenzhen, akan menghadapi penguncian dan langkah-langkah lain untuk menekan penyebaran Covid-19.

Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong adalah rumah bagi beberapa perusahaan paling terkemuka di China, termasuk pembuat peralatan telekomunikasi Huawei Technologies, merek mobil listrik BYD Auto, dan Tencent, operator layanan pesan WeChat yang populer.

Kota berpenduduk 17,5 juta orang itu akan menjalani tiga putaran tes Covid-19. Sementara semua bisnis, kecuali mereka yang memasok makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya, akan diperintahkan tutup.

Langkah tersebut dilakukan setelah China mencatat 60 kasus baru di Shenzen pada Minggu (13/3), seperti dikutip The Independent.

Di daratan, pemerintah melaporkan 1.938 kasus baru, lebih dari tiga kali lipat total pada Sabtu (12/3).

Sekitar tiga perempat, atau 1.412 kasus, berada di provinsi Jilin di timur laut, di mana kota metropolitan Changchun dikunci pada Jumat (11/3) dan keluarga diminta untuk tinggal di rumah setelah serentetan infeksi.

Sejak pandemi, China telah mencatat 115.466 kasus Covid-19, dengan total 4.636 kematian. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA