Diungkap Gedung Putih, Presiden Joe Biden telah mengesahkan pengiriman bantuan keamanan tambahan tersebut pada Sabtu (12/3).
Sebuah memorandum presiden kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyebut Biden mengarahkan hingga 200 juta dolar AS yang dialokasikan melalui UU Bantuan Luar Negeri untuk pertahanan Ukraina.
Dana tersebut dapat digunakan untuk senjata dan barang-barang lainnya dari stok Departemen Pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan militer untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia.
“Ini memberikan bantuan militer segera ke Ukraina, termasuk anti-baju besi, sistem anti-pesawat, dan senjata ringan untuk mendukung para pembela garis depan Ukraina,†kata salah satu pejabat.
Menurut
Reuters, bantuan tambahan tersebut membuat total bantuan keamanan AS ke Ukraina menjadi 1,2 miliar dolar AS sejak Januari 2021, dan menjadi 3,2 miliar dolar AS sejak 2014, ketika Rusia menganeksasi Krimea.
Ukraina telah meminta lebih banyak senjata anti-tank Javelin dan rudal Stinger untuk menembak jatuh pesawat.
AS senjata telah menarik dari stok senjata untuk memasok Ukraina berulang kali, dimulai pada musim gugur 2021 dan kemudian lagi pada Desember dan Februari.
Batch terakhir senjata yang disediakan oleh AS pada Februari termasuk anti-armor, senjata kecil, pelindung tubuh dan berbagai amunisi, serta sistem anti-pesawat.
BERITA TERKAIT: