Anggota parlemen Ukraina, salah satunya Sviatoslav Yurash -yang termuda di antara anggota lainnya, mengatakan tindakan kemanusiaan yang dilakukan India setra keberaniannya menjemput pulang warganya dari wilayah konflik, layak mendapat apresiasi.
"Kami berterima kasih atas langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan India. Juga terima kasih untuk penggilan telepon Perdana Menteri Narendra Modi kepada Presiden kami terkait masalah ini," ujar Yurash dalam wawancaranya dengan kantor berita ANI.
Yurash kemudian mengimbau India untuk bisa menentukan sikapnya saat ini.
Dalam beberapa hari belakangan, India telah mengalami ketegangan diplomatik atas konflik Ukraina, di mana India merupakan salah satu negara yang menolak ajakan Barat untuk ikut menjatuhkan sanksi kepada Rusia.
Yurash menyadari, India memiliki hubungan yang baik dengan Rusia serta beberapa perjanjian kerja sama. namun begitu ia mengingatkan lagi bahwa India perlu meninjau ulang semua itu.
"Sejauh menyangkut India-Rusia, Anda memiliki perjanjian tentang persahabatan dan kemitraan strategis (dengan Rusia). Saya pikir itu perlu dipertimbangkan kembali mengingat tidak hanya Ukraina tetapi semua kesalahan yang telah dilakukan rezim Putin selama 20 tahun terakhir. India perlu ikut menghukum Rusia, menghukum Putin," katanya, menambahkan India adalah salah satu negara yang akan menentukan nasib abad ini.
Perdana Menteri Modi pekan lalu meminta dukungan Presiden Volodymyr Zelensky untuk evakuasi orang India yang terjebak di kota Sumy di timur laut Ukraina, sambil mengulangi seruannya untuk segera menghentikan kekerasan guna meredakan konflik yang sedang berlangsung di negara Eropa timur itu.
Menurut Yurash, semua tergantung Rusia. "Terserah Kremlin. Jika Kremlin memutuskan untuk terus mendesak, kami akan terus berjuang. Berjuang untuk hak-hak dasar yang ingin kami lindungi, dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Kami tidak akan melepaskan apa yang telah kami capai.â€
BERITA TERKAIT: