Begitu yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada
CNN Turk pada Minggu (27/2), seperti dikutip
Ahval.
"Dengan kondisi ini, kami akan menerapkan perjanjian Montreux. Pasal 19 cukup jelas. Pada awalnya, itu adalah serangan Rusia dan kami mengevaluasinya dengan para ahli, tentara, dan pengacara. Sekarang telah berubah menjadi perang. Ini bukan operasi militer; ini secara resmi adalah keadaan perang,†kata Cavusoglu.
Ini juga merupakan tanda yang mungkin bahwa Turki mungkin siap untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Rusia untuk mendukung Ukraina, dengan menutup akses Laut Hitam bagi kapal perang Rusia. .
Di bawah Konvensi Montreux 1936, Turki bertugas mengatur lalu lintas kapal masuk dan keluar dari Laut Hitam dan memiliki kekuatan untuk menutupnya dari kapal perang.
Awalnya, Cavusoglu mengatakan pihaknya tidak bisa menghentikan akses bagi Rusia karena Moskow memiliki hak untuk mengembalikan kapal ke pangkalan mereka.
BERITA TERKAIT: