Pengumpulan pasukan Rusia itu tertangkap gambar-gambar satelit milik perusahaan intelijen swasta Israel, ImageSat International (ISI) yang dirilis pada Sabtu (19/2).
ISI mengatakan, beberapa kendaraan militer, termasuk tank, pengangkut personel lapis baja, hingga peluncur roket terlihat berada di dekat kota Novoozerne, dan kemungkinan bersiap untuk dimobilisasi segera.
"Penumpukan di Krimea terjadi dalam empat hari terakhir," kata ISI, seperti dikutip
The Times of Israel.
Itu lantaran citra satelit pada 15 Februari menunjukkan wilayah tersebut benar-benar kosong.
Diperkirakan, penumpukan pasukan di daerah itu untuk memungkinkan Rusia menyerang Ukraina selatan.
Amerika Serikat (AS) sendiri memperkirakan Rusia telah menempatkan lebih dari 150 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina.
“Empat puluh hingga lima puluh persen berada dalam posisi menyerang. Mereka telah melepaskan diri dalam perakitan taktis dalam 48 jam terakhir," kata seorang pejabat AS.
Pejabat itu mengatakan Moskow telah mengumpulkan 125 batalyon kelompok taktis di dekat perbatasan Ukraina, dibandingkan dengan 60 pada waktu normal dan naik dari 80 pada awal Februari.
Sejauh ini, Rusia tidak pernah memberikan angka untuk penempatan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, atau berapa banyak yang mengambil bagian dalam latihan yang sedang berlangsung dengan negara tetangga Belarus.
BERITA TERKAIT: