Ajakan tersebut disampaikan Zelensky ketika berbicara di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (19/2), di mana ia juga bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris.
"Saya tidak tahu apa yang diinginkan Presiden Federasi Rusia, jadi saya mengusulkan pertemuan. Ukraina hanya akan terus mengikuti jalulr diplomatik demi penyelesaian damai," ujarnya, seperti dikutip
NZ Herald.
Zelensky mengatakan, Rusia dapat memilih lokasi untuk pertemuan tersebut.
Kendati begitu, sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari Kremlin terkait ajakan tersebut.
Ketegangan di perbatasan Ukraina semakin tinggi dengan kelompok separatis pro-Rusia mengerahkan pasukan secara penuh pada akhir pekan.
Barat sendiri meyakini Rusia berusaha membuat perselisihan antara separatis dan pemerintah Ukraina untuk melakukan invasi. NATO juga membantah klaim Rusia bahwa pihaknya telah menarik pasukan di perbatasan.
AS juga menyebut Rusia masih memiliki 150 ribu tentara, dan puluhan ribu pasukan separatis yang bersiap melakukan serangan ke Ukraina.
BERITA TERKAIT: