Sayangnya, histeria invasi telah diciptakan oleh negara-negara Barat dan dengan bantuan media massa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyayangkan bahwa konten yang disebarkan oleh media mengenai invasi tersebut tidak berhubungan dengan kenyataan yang ada.
Ini membuktikan bahwa negara-negara Barat beserta media massa berusaha keras untuk memicu perang nyata di Ukraina.
"Perang gagal dimulai. Mereka telah berusaha keras untuk mewujudkannya. Mungkin, halaman mereka adalah adegan pertempuran ganas, tetapi semua ini tidak ada hubungannya dengan kenyataan," kata Zakharova dalam konferensi hariannya pada Rabu (16/2), seperti dikutip dari
TASS.Barat terus menunggu saat yang tepat. Menunggu kesempatan yang lebih baik, menurutnya.
Akhir-akhir ini, negara-negara Barat dan Kiev telah banyak berspekulasi tentang risiko invasi Rusia ke Ukraina.
Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menepis tuduhan semacam itu sebagai ketegangan yang tidak berdasar. Dia menekankan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun. Juga, dia tidak mengesampingkan risiko provokasi dan memperingatkan bahwa upaya menangani krisis di tenggara Ukraina dari posisi yang kuat akan menimbulkan efek yang mengerikan.
BERITA TERKAIT: