Berbicara dalam sebuah wawancara pada Rabu (16/2) dini hari, jurubicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, orang-orang Ukraina yang percaya informasi itu pasti masih tetap terjaga.
"Lebih baik bagi mereka untuk mengatur alarm untuk saat ini dan melihat sendiri," ujarnya dengan nada bercanda, seperti dikutip
RT.
Sejumlah media Barat dalam laporannya meyakini bahwa Rusia berusaha untuk menginvasi Ukraina pada 16 Januari, mengutip pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan.
Sementara pada Selasa (15/2), Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan latihan bersama di Belarus telah berakhir sesuai jadwal. Kemhan juga menyebut sejumlah unit pasukan dan alat tempur dikembalikan ke masing-masing daerah.
Kendati begitu, klaim tersebut tidak dibenarkan oleh Presiden AS Joe Biden, yang menyebut masih ada 150 ribu pasukan Rusia di sekitar Ukraina yang bersiap melakukan serangan.
BERITA TERKAIT: