Namun alasan di balik keengganan Macron melakukan tes PCR menjadi persoalan lain.
Menurut sumber yang dikutip
Reuters, Macron ditawari pilihan untuk melakukan tes PCR dan melakukan pertemuan jarak dekat dengan Putin, atau tidak melakukan tes dan bertemu dengan jarak sosial.
Pilihan Macron terlihat dari foto keduanya terpisahkan oleh meja sepanjang empat meter untuk melakukan dialog selama kurang lebih lima jam.
Dari laporan
Reuters, Macron tampaknya tidak mau menjalani tes PCR Covid-19 karena khawatir jika DNA-nya digunakan oleh Rusia.
"Kami tahu betul itu berarti tidak ada jabat tangan dan meja panjang itu. Tapi kami tidak bisa menerima bahwa mereka (Rusia) mendapatkan DNA presiden," kata salah satu sumber yang dikutip dalam laporan tersebut.
Tes PCR atau
polymerase chain reaction sendiri adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.
Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel lewat hidung atau mulut. Tenaga medis biasanya menggerakan alat swab test selama 15 detik.
BERITA TERKAIT: