"Rusia dapat menginvasi Ukraina kapan saja," kata jurubicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan pada Senin (31/1).
"Kami merasa penting untuk terbuka dan jujur ​​​​tentang ancaman dari Rusia. Tentu saja ini bukan hanya kata-kata. Anda tidak hanya melihat hal-hal spesifik yang telah kami paparkan di sini," tambahnya, seperti dikutip
Anadolu Agency.
Psaki mengatakan, AS tengah bekerja dengan Ukraina dan Eropa untuk mempersiapkan diri. Washington juga terus berusaha menjelaskan kepada Rusia terkait konsekuensi yang akan dihadapinya jika melakukan invasi ke Ukraina.
Selama lebih dari satu bulan terakhir, AS dan sekutu-sekutunya dibuat khawatir dengan pengerahan lebih dari 100 ribu pasukan Rusia di tepi perbatasan Ukraina.
Rusia juga diduga berusaha mengirim sekitar 30 ribu tentara ke Belarus.
Tindakan Rusia itu memperkuat keyakinan negara-negara Barat bahwa Moskow akan melakukan invasi selama latihan rutin bersama Belarus pada bulan ini.
BERITA TERKAIT: