Di Tengah Skandal Pesta Selama Pandemi, PM Boris Johnson Dapat Jaminan Tak Akan Dipaksa Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 31 Januari 2022, 13:55 WIB
Di Tengah Skandal Pesta Selama Pandemi, PM Boris Johnson Dapat Jaminan Tak Akan Dipaksa Mundur
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net
rmol news logo Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tampak masih bisa bernapas lega meski skandal "Partygate" yang menjeratnya terus memicu kritik.

Skandal Partygate merujuk pada sejumlah pesta yang diadakan oleh Downing Street selama 2020 hingga 2021, yang diketahui melanggar aturan Covid-19.

Berdasarkan laporan, setidaknya ada 17 pesta yang diadakan di Downing Street antara 2020 hingga 2021 selama pemberlakuan lockdown yang diperintahkan oleh pemerintahan Johnson.

Saat ini, skandal tersebut masih dalam penyelidikan. Namun terlepas dari itu, The Mirror menyebut Johnson telah mendapatkan jaminan bahwa ia tidak akan dipaksa menanggalkan jabatannya.

Penyelidikan sendiri berdasarkan laporan dari seorang pegawai negeri senior bernama Sue Gray. Ia mengaku telah diberitahu tentang pesta yang diadakan oleh teman dari istri Johnson, Carrie Johnson.

Pertemuan itu seolah-olah terjadi pada malam 13 November 2020, ketika ajudan Johnson, Dominic Cummings, berhenti.

Mengutip sumber, The Mirror melaporkan, seorang staf Downing Street yang mabuk membual tentang pelanggaran aturan Covid-19 selama pesta kepada polisi yang menjaga kediaman Johnson.

"Kami satu-satunya yang diizinkan berpesta," ujar staf tersebut kepada polisi.

Pekan lalu, Komisaris Poplisi Metropolitan Dame Cressida Dick mengumumkan pihaknya membuka penyelidikan atas pelanggaran aturan pembatasan Covid-19 terhadap delapan pihak Downing Street, setelah meninjau berkas bukti dari Gray. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA