Berdasarkan perhitungan dari
AFP, Eropa memiliki jumlah kematian dan kasus terbesar di seluruh dunia, dengan hampir delapan juta kasus selama tujuh hari terakhir.
Pada Selasa (11/1), WHO mengatakan, Eropa berada di pusat wabah Covid-19 baru, dengan kemunculan Omicron. Bahkan Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge menggambarkannya sebagai gelombang pasang baru yang akan menyapu dari barat ke timur Eropa.
"Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memperkirakan lebih dari 50 persen penduduk di Eropa akan terinfeksi Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan," ujar Kluge.
Wilayah Eropa WHO mencakup 53 negara dan termasuk beberapa di Asia Tengah. Sejauh ini, sudah ada 50 negara di antaranya yang mengidentifikasi kasus Omicron.
Kluge menegaskan, meski Omicron lebih menular daripada varian sebelumnya, tetapi vaksin yang disetujui terus memberikan perlindungan yang baik terhadap penyakit parah dan kematian, termasuk untuk varian tersebut.
BERITA TERKAIT: