Begitu diutarakan oleh Gubernur Bank Sentral Filipina Benjamin Diokno. Ia mengatakan bahwa pihak bank sentral bekerja sama dengan pemberi pinjaman terbesar di negara Asia Tenggara, BDO Unibank, dan Unionbank dari Filipina untuk mengambil langkah-langkah perbaikan, termasuk penggantian.
"Bangko Sentral ng Pilipinas akan melakukan segalanya untuk memastikan keamanan dan integritas sistem keuangan, serta perlindungan konsumen keuangan," tambah Diokno dalam sebuah pernyataan.
Ia menjelaskan bahwa BDO sedang menyelidiki setiap kasus dan akan menanggapi mereka yang terkena dampak.
Sementara itu, Presiden Unionbank Edwin Bautista, presiden Unionbank, mengatakan kepada
Reuters bahwa kliennya termasuk di antara bank yang menerima dana dari rekening BDO.
Ia mengatakan bahwa kurang dari 10 rekening Unionbank yang menerima dana dari rekening BDO telah dibekukan. Bautista menambahkan bahwa bank mengambil langkah hukum terhadap pengguna yang mengizinkan penggunaan rekening mereka untuk kegiatan kriminal.
Pihak bank sentral sejauh ini belum bisa memperkirakan berapa banyak yang dialihkan. Selain itu belum juga diketahui siapa dalang di balik peretasan itu.
BERITA TERKAIT: