TTP menyebut pemerintah telah melanggar persyaratan yang disepakati, termasuk perjanjian pembebasan tahanan dan pembentukan komite negosiasi.
Menurut TTP, pemerintah belum membebaskan lebih dari 100 tahanan seperti yang dijanjikan dan belum menunjuk tim perunding untuk melakukan pembicaraan. Di sisi lain pasukan keamanan juga telah melakukan penggerebekan saat gencatan senjata berlaku.
"Sekarang biarkan rakyat Pakistan memutuskan apakah TTP atau tentara dan pemerintah Pakistan yang tidak mematuhi kesepakatan?" kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip
Reuters.
"Dalam keadaan seperti ini, tidak mungkin untuk memajukan gencatan senjata," lanjut mereka.
TTP adalah gerakan terpisah dari Taliban Afghanistan dan telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menggulingkan pemerintahan di Islamabad demi memerintah dengan merek hukum Syariah Islam mereka sendiri.
Kebangkitan Taliban di Afghanistan sendiri menjadi pendorong kuat bagi TTP. Namun pada bulan lalu, gencatan senjata diberlakukan yang ditetapkan hingga Kamis (9/12), dengan kemungkinan diperpanjang jika kedua pihak setuju.
BERITA TERKAIT: