Prancis: Kami Kutuk Pelanggaran HAM China, Tapi Olimpiade Beijing Urusan Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 09 Desember 2021, 16:14 WIB
Prancis: Kami Kutuk Pelanggaran HAM China, Tapi Olimpiade Beijing Urusan Lain
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022/Net
rmol news logo Prancis memutuskan untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, dan Kanada yang memboikot secara diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer mengatakan, Paris memang mengutuk pelanggaran China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang, tetapi tidak akan melakukan boikot terhadap Olimpiade Beijing.

"Terkait dengan China, kami mengutuk penganiayaan terhadap minoritas seperti Uighur... Di sini posisi kami jelas. Tetapi memboikot Olimpiade adalah cerita yang sama sekali berbeda. Olahraga seharusnya tidak dicampur dengan politik. Karena itu, Prancis tidak akan bergabung," ujar Blanquer pada Kamis (9/12), seperti dikutip Sputnik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan masalah pemboikotan Olimpiade Beijing 2022 akan dibahas di tingkat Eropa.

Awal pekan ini, AS mengumumkan tidak akan mengirim delegasi resmi ke Olimpiade Beijing sebagai bentuk protes atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh China.

Beijing menanggapi keputusan terhadap dengan mengatakan akan membalas Washington.

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan diadakan dari 4 Februari hingga 20 Februari tahun depan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA