Di Tengah Tuntutan Penundaan, Kaledonia Baru Terus Lanjutkan Pemungutan Suara untuk Kemerdekaan dari Prancis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 08 Desember 2021, 16:05 WIB
Di Tengah Tuntutan Penundaan, Kaledonia Baru Terus Lanjutkan Pemungutan Suara untuk Kemerdekaan dari Prancis
Pekerja pemungutan suara membagikan brosur di pasar Riviere Salee/Net
RMOL. Wilayah Pasifik Kaledonia Baru pada Minggu melakukan pemungutan suara untuk referendum ketiga dan terakhir tentang kemerdekaan dari Prancis.

Pemungutan suara itu diikuti dengan Kampanye yang menuntut pembatalan pemungutan suara karena pandemi Covid. Juru kampanye pro-kemerdekaan mengatakan mereka ingin pemungutan suara ditunda hingga September. Di tengah angka infeksi yang tinggi "kampanye yang adil" tidak mungkin dilakukan, menurutnya.

Pemerintah Prancis menolak permintaan tersebut dengan alasan bahwa pandemi telah bisa diatasi dan tingkat penyebaran virus mulai melambat, yang artinya tidak perlu ada lagi kekhawatiran.

Gerakan pro-kemerdekaan, FLNKS kemudian mengancam tidak akan mengakui hasil referendum, dan berjanji untuk mengajukan banding ke PBB.

"Situasi kesehatan belum stabil dan risiko gelombang kedua masih sangat nyata dan nyata,” kata FLNKS dalam sebuah pernyataan bulan lalu, seperti dilaporkan The Guardian.

“Hari ini, mayoritas orang yang meninggal karena Covid adalah penduduk Kepulauan Pasifik, kebanyakan dari mereka anak-anak," katanya.  rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA