Prayut menegaskan hal itu dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya pada Selasa (7/12) waktu setempat.
“Mudah-mudahan, Tahun Baru yang akan datang ini akan menjadi saat yang membahagiakan. Kami tidak memiliki kebahagiaan yang meriah selama dua tahun karena Covid-19,†kata Prayut optimis, seperti dikutip dari
Bangkok Post, Rabu (8/12).
"Bagaimanapun semuanya sekarang tergantung pada seberapa efektif Pengaturan Bebas Covid dan tindakan lainnya. Jika tidak ada penyebaran virus baru, siapa yang akan menutup atau mengunci (kegiatan) lagi? Tidak ada yang akan melakukannya," kata perdana menteri.
Prayut juga mengatakan vaksin yang tersedia di kerajaan itu dapat mencegah gejala parah dan kematian.
"Organisasi Kesehatan Dunia dan para ahli lainnya telah mengindikasikan bahwa Omicron mudah menular tetapi tidak menimbulkan gejala yang parah. Semoga ini benar," kata Prayut.
"Pemeriksaan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah pengawasan negara tetap kuat dan efektif," ujarnya.
Omicron kini telah terdeteksi di 54 negara, dengan 19 mencatat infeksi lokal. Belum ada korban jiwa yang dikonfirmasi.
Sementara Thailand baru mencatat satu kasus Omicron pada seorang pengusaha Amerika berusia 35 tahun.
BERITA TERKAIT: