Menurut keterangan penyelenggara yang dimuat
Xinhua, Senin (6/12), pertemuan tiga tahunan terbesar untuk industri tersebut membahas topik yang meliputi peran minyak dan gas AS di pasar energi global, revolusi serpih, evolusi digital industri minyak, transisi energi dari minyak, gas, dan batu bara ke angin, surya dan teknologi bersih lainnya, serta visi dan persepsi masa depan industri di besar.
Lebih dari 300 pembicara kemungkinan akan berpartisipasi dalam program strategis dan forum teknis tersebut, dengan sekitar 4.000 peserta terdaftar dari sekitar 70 negara dan wilayah.
Pertemuan kali ini digelar tanpa kepala eksekutif salah satu raksasa minyak BP dan QatarEnergy yang memutuskan absen dari konferensi pada menit terakhir karena kekhawatiran tentang varian Omicron.
Penyebaran cepat Omicron membuat harga minyak jatuh baru-baru ini.
Harga minyak mentah turun lebih dari 15 persen dalam beberapa hari, turun kembali sekitar 65 dolar AS per barel, menurut laporan media.
Kongres Minyak Dunia diselenggarakan setiap tiga tahun oleh Dewan Perminyakan Dunia yang berbasis di London yang mencakup 65 negara anggota, mewakili lebih dari 96 persen produksi dan konsumsi minyak dan gas global.
Pertemuan tahun ini akan digelar selama lima hari hingga Kamis (9/12).
BERITA TERKAIT: