Lewat cuitan di akun Twitternya, Hu yang dikenal dengan tweet agresifnya mengatakan bahwa WTA sengaja memaksa Peng Shuai untuk mendukung serangan Barat di China.
"WTA memaksa Peng Shuai untuk mendukung serangan Barat terhadap sistem Tiongkok. Mereka merampas kebebasan berekspresi Peng Shuai, menuntut agar deskripsinya tentang situasinya saat ini harus memenuhi harapan mereka," kata Hu dalam sebuah posting yang mengutip pengumuman WTA, seperti dikutip dari
Reuters, Kamis (2/12).
WTA sebelumnya mengumumkan penangguhan seluruh turnamen di China dengan alasan kekhawatiran tentang kesejahteraan Peng, mantan nomor satu dunia ganda, dan keselamatan pemain lain.
"Saya mengumumkan penangguhan segera semua turnamen WTA di China, termasuk Hong Kong," kata kepala WTA Tour Steve Simon pada Rabu (1/12).
Keberadaan Peng menjadi perhatian internasional setelah hampir tiga minggu absen di depan umum setelah dia memposting pesan di media sosial pada awal November, menuduh bahwa mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
Baik Zhang, yang pensiun pada 2018, maupun pemerintah China tidak mengomentari tuduhan Peng.
BERITA TERKAIT: