Lewat sambungan telepon pada Rabu (24/11), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenky dan Presiden Polandia Andrzej Duda membahas kemungkinan serangan hibrida yang menargetkan negara mereka.
Menurut kepresidenan Ukraina yang dikutip
Anadolu Agency, Zelensky dan Duda menggarisbawahi perlunya respons yang tepat di antara kedua negara terkait kemungkinan serangan hibrida. Sehingga penting untuk melakukan kerjasama bersama.
"Senang bahwa kita memiliki visi yang sama tentang tantangan keamanan di kawasan dan perlunya bertindak bersama untuk mengatasinya. Rencana kontak lebih lanjut telah digariskan untuk mengatasi masalah bilateral dan internasional," ujar Zelensky melalui cuitan di akun Twitter-nya.
Kedua pemimpin negara itu juga membahas krisis migran di perbatasan Belarus dan Polandia, serta situasi keamanan di Ukraina timur dan proyek pipa Nord Stream 2
NATO dan Uni Eropa menganggap pendekatan Belarusia terhadap para migran sebagai serangan hibrida yang dimaksudkan untuk mengacaukan dan merusak keamanan di negara-negara Eropa melalui cara-cara non-militer.
Sejak Agustus, negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarus, yaitu Lituania, Latvia dan Polandia telah melaporkan jumlah penyeberangan dari migran secara tidak teratur yang meningkat secara dramatis.
Lebih dari 8.000 orang telah mencoba memasuki Uni Eropa melalui perbatasan pada tahun 2021, naik tajam dari hanya 150 tahun lalu.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya 2.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, terjebak di daerah perbatasan Belarusia-Polandia dalam kondisi yang mengerikan.
BERITA TERKAIT: