Dalam keterangannya, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan sebagian besar yang ditahan telah dibebaskan, tetapi yang lainnya masih berada di bawah penahanan.
"Kami prihatin bahwa staf Kedutaan Besar AS di Sana'a Yaman terus ditahan tanpa penjelasan dan kami menyerukan pembebasan segera mereka," kata pejabat itu, seperti dikutip dari Al Arabiya.
Dewan Keamanan PBB telah mengecam tindakan yang dilakukan kelompok yang mendapat dukungan dari Iran tersebut.
“Anggota Dewan Keamanan mengutuk dengan keras penyitaan dan penyusupan baru-baru ini, dan masih terus berlangsung ke dalam kompleks yang sebelumnya digunakan sebagai Kedutaan Besar AS di Sana'a, Yaman, oleh Houthi, di mana puluhan karyawan lokal ditahan," kata DK PBB dalam sebuah pernyataan, Kamis (18/11).
Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya 25 warga Yaman ditahan oleh Houthi dalam beberapa pekan terakhir, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Secara terpisah, terungkap pada Rabu bahwa Houthi juga menahan anggota staf PBB, menurut keterangan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
Dua pegawai PBB, keduanya warga Yaman, masih ditahan oleh Houthi, meskipun diberitahu oleh pejabat Houthi bahwa mereka akan dibebaskan.
BERITA TERKAIT: