Hal itu terlihat ketika Gedung Putih memberikan klarifikasi usai Xi menyebut Biden sebagai teman lamanya dalam pertemuan virtual mereka pada Senin malam (15/11) waktu setempat.
Pertemuan yang berlangsung selama 3,5 jam itu dilakukan Biden dari Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington.
"Meskipun tidak sebagus pertemuan tatap muka. Saya sangat senang melihat teman saya," kata Xi ketika membuka pembicaraan, melalui penerjemah.
"Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk berbicara satu sama lain, dan saya harap kami dapat melakukan percakapan yang jujur ​​malam ini juga," timpal Biden.
Usai pertemuan tersebut, Gedung Putih mengatakan Biden dan Xi bukanlah teman lama.
Pertemuan virtual pada awal pekan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh Xi dan Biden setelah dilantik sebagai presiden AS pada Januari lalu.
Meski begitu, keduanya belum bertemu secara langsung secara resmi.
Ketika Biden menjadi wakil presiden era Barack Obama, mereka bertemu sekali di Sichuan pada 2011, sebelum Xi dinobatkan sebagai kepala negara China.
Tahun berikutnya, tepat sebelum Xi terpilih sebagai pengganti Presiden Hu Jintao, dia juga melakukan tur ke AS dengan Biden. Menurut laporan
New York Times, ketika itu mereka melakukan lebih dari 20 jam percakapan pribadi.
Namun, satu dekade kemudian dan dengan keduanya sekarang memimpin negara adidaya nuklir di sisi yang berlawanan dari persaingan strategis yang semakin terpolarisasi, hubungan itu telah berubah.
Awal tahun ini, Biden secara eksplisit menolak anggapan bahwa dia memiliki hubungan persahabatan dengan Xi.
"Kami saling mengenal dengan baik. Kami bukan teman lama. Ini hanya bisnis murni," dalih Biden.
BERITA TERKAIT: