Tudingan itu disampaikan oleh Wakil Kepala Departemen Radiasi, Perlindungan Kimia, Biologi, dan Ekologi Staf Umum Angkatan Bersenjata Belarus, Igor Malyk pada Selasa (16/11).
"Hari ini kita telah menyaksikan bagaimana pasukan keamanan Polandia menggunakan sarana khusus yang mengandung bahan kimia beracun yang mengganggu terhadap pengungsi, termasuk perempuan dan anak-anak, di perbatasan Belarusia-Polandia," kata Malyk, seperti dikutip
Sputnik.
"Penggunaan cara-cara seperti itu tanpa berpikir dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah bagi kesehatan manusia, merusak sistem pernapasan dan visual," tambahnya.
Ketegangan di perbatasan Belarus dan Polandia meningkat dalam beberapa waktu ke belakang dengan semakin besarnya gelombang pengungsi.
Situasi tersebut kemudian memicu masalah keamanan baru di kawasan, dengan ancaman konflik antara negara-negara Barat dan Belarus bersama Rusia.
BERITA TERKAIT: